Saya bukan pendidik sprituil atau pendidik moral, saya juga melakukan banyak kekeliruan dalam hidup,hingga saya merasa harus membuat kesimpulan apa yang mesti selalu kita tumbuhkan dalam hidup,apa yang mesti kita tumbangkan segera walau telah berurat-akar.
Setiap kita ingin hidup bebas,melakukan yang jadi kehendak tanpa ada tekanan. Tapi setiap kita pasti menyadari, dibalik kebebasan kita,kita mempunyai konsukuensi yang tidak bisa diabaikan. Pun tindakan kita akan berhadapan dengan kepentingan orang lain, dengan keharmonisan hubungan kita dengan mereka. Jika kita mengetengahkan ego kita, tindakan yang kita buat akan menjadi lawan tindakan dari tindakan atau kepentingan orang lain. Jadi amat penting kita bertindak yang tepat,menyenangkan buat kita,tdk juga merusak harmonisasi sosial.
Hidup bebas kerap dimaknai dengan kebebasan moral. Orang mendefinisikan puncak kesenangan jiwa dari kebebasan menentukan sikap moral sesuka saya. Sikap ini krn pendefinisian yang tlh terparadigma, seolah2 yang bebas itu adl merdeka tanpa batas moral. Moral seolah pengganggu,dia seperti traffic light yang memaksa berhenti. Jarang moral diakui -ktk dihadapkan dg Hidup Bebas- sbg pemandu yang menolong sebuah pribadi lepas&sebuah masyarakat berkembang sehat.
Mau diakui atau tidak,moral adl hal penting yg hrs diselamatkan dlm hidup.Moral yg baik membuat kehidupan sosial tetap seimbang&kualitas pribadi tetap utuh.
Hidup Bebas itu adl bukan bgm kita bisa seenaknya, Hidup Bebas itu adl bgmn kita ttp hidup baik&utuh dr penguasaan pengaruh buruk yg meluruhkanmu. Jika kau berhasil, kau bukan cuma diselamatkan,tp kau juga menyelamatkan.
Wandha,20 agustus 2010
Mereka menghabiskan energi dan waktu untuk menjadi perpanjangan aspirasi rakyat. Tapi mereka sendiri tidak tahu apa yg bertunas di masyarakat. Bagiku ini rancu dan tidak lebih dr perjuangan uang. Tidak akan membawa perubahan kecuali eksploitasi derita. Smg ada yg menghentikan ini.
Kamis, 19 Agustus 2010
Senin, 16 Agustus 2010
Dilema Gaung Dasar Lembah
Ada yang menolak di hatiku ketika orang membenci pemerintahan,tapi malah mencerca tanah air sendiri.
Aku tidak mengenal tempat lain untuk pulang, kecuali tanah ini. Persetan istilah pribumi dan non pribumi untuk menyebut kepemilikan tanah air ini, menurutku tiap orang memiliki utuh apa yang mereka cintai akan tanah air ini. Mengata-ngatainya karena benci pada penguasa,bukan jawaban untuk mendapatkan yang lebih baik dari sini.
Banyak orang-orang terlahir seperti saya dan keluarga di negeri ini, ketika kecurigaan pada sikap-sikap nasionalisme kami tidak menguntungkan kami ketika menunjukkan aspirasi positif bernegara. Tapi kondisi sebagai minoritas telah mengajari sopan-santun dan menghormati apa yang bisa diberikan untuk negara. Tidak menghujat negara,tapi cukup dengan berbuat hal-hal penting yang berguna.
Gaung kita menjelek-jelekkan tanah air sendiri itu seperti dilema gaung dasar lembah. Kata confusien, anda meneriakkan 1 kata, lembah kelam mengembalikan ucapanmu selusin. Itu yang terjadi,saudaraku. Ketika ada teriakan ini negeri kecoa, sampai ke malaysia memang kecoanya. Jadi mereka bebas menginjak-nginjak kita sampai keluar perut setelah kita hanya dpt makan dr kotoran WC mereka.
Jika marah,marahlah. Tunjuk hidung pemimpin dan wakil rakyat tapi jangan cerca tanah air ini.
... melambai-lambai nyiur di pantai, berbisik-bisik raja kelana, memuja pulau yang indah permai. TANAH AIRKU INDONESIA !
Wandha Chan
17 agustus 2010
Aku tidak mengenal tempat lain untuk pulang, kecuali tanah ini. Persetan istilah pribumi dan non pribumi untuk menyebut kepemilikan tanah air ini, menurutku tiap orang memiliki utuh apa yang mereka cintai akan tanah air ini. Mengata-ngatainya karena benci pada penguasa,bukan jawaban untuk mendapatkan yang lebih baik dari sini.
Banyak orang-orang terlahir seperti saya dan keluarga di negeri ini, ketika kecurigaan pada sikap-sikap nasionalisme kami tidak menguntungkan kami ketika menunjukkan aspirasi positif bernegara. Tapi kondisi sebagai minoritas telah mengajari sopan-santun dan menghormati apa yang bisa diberikan untuk negara. Tidak menghujat negara,tapi cukup dengan berbuat hal-hal penting yang berguna.
Gaung kita menjelek-jelekkan tanah air sendiri itu seperti dilema gaung dasar lembah. Kata confusien, anda meneriakkan 1 kata, lembah kelam mengembalikan ucapanmu selusin. Itu yang terjadi,saudaraku. Ketika ada teriakan ini negeri kecoa, sampai ke malaysia memang kecoanya. Jadi mereka bebas menginjak-nginjak kita sampai keluar perut setelah kita hanya dpt makan dr kotoran WC mereka.
Jika marah,marahlah. Tunjuk hidung pemimpin dan wakil rakyat tapi jangan cerca tanah air ini.
... melambai-lambai nyiur di pantai, berbisik-bisik raja kelana, memuja pulau yang indah permai. TANAH AIRKU INDONESIA !
Wandha Chan
17 agustus 2010
Minggu, 08 Agustus 2010
Seharusnya Engkau Malu !
Tidak pernah kulihat kemanusiaan dihina sedemikian rupa,
kecuali oleh mereka yang mengambil dg rakus harta Tuhan dr saudaranya yg tidak berpakaian
Tahukan engkau yg terdidik di sekolah terbaik dan mendapat sentuhan etika di meja makan, bahwa mereka tidak berbeda darimu
Seharusnya engkau malu pada mereka yg Tuhan percayakan kekayaan alamNYA untuk mereka jaga
dengan panah
dengan darah
dan dengan adat mereka
Seharusnya engkau malu telah bermil-mil mengunjungi mereka untuk merampok, bukan mengulurkan tanganmu untuk mereka jabat dalam persaudaraan yang membuat bumi tidak mengutuk
Langit tidak menangis
Seharusnya engkau malu !
Wandha Chandrawati
07.08.2010
kecuali oleh mereka yang mengambil dg rakus harta Tuhan dr saudaranya yg tidak berpakaian
Tahukan engkau yg terdidik di sekolah terbaik dan mendapat sentuhan etika di meja makan, bahwa mereka tidak berbeda darimu
Seharusnya engkau malu pada mereka yg Tuhan percayakan kekayaan alamNYA untuk mereka jaga
dengan panah
dengan darah
dan dengan adat mereka
Seharusnya engkau malu telah bermil-mil mengunjungi mereka untuk merampok, bukan mengulurkan tanganmu untuk mereka jabat dalam persaudaraan yang membuat bumi tidak mengutuk
Langit tidak menangis
Seharusnya engkau malu !
Wandha Chandrawati
07.08.2010
Minggu, 25 Juli 2010
Maaf,tadi hantu apa setan?
waktu kuliah,demenannya tuh kemping,hiking,sampe kurus-kering. Ga tau diri bnget deh,besok lebaran,hari ini masi d hutan. Emak siapa yang tak jd galak, punya anak hobinya ga nyambung dg mata kuliah.
tapi entah kenapa demikian. Tiap akhir pekan saya tuh daki gunung. Maklum, mapala. Di hutan padahal lht batu dan pohon doang. Sekali-dua pnh ktemu harimau. Jd kalau ada studi hewan langka yg bilang bhw harimau sumatra tinggal 12 ekor doang,brarti kami boleh bangga. 2 ekornya tlh kami lht. Sehat-sehat aja tuh. Dan bohong banget harimau kapan ketemu pasti makan kita. Saya ga tau apa alasan harimau,tp dia ga ganggu kami. Krn di hutan kami ga buang sampah sembarangan, ga melakukan hal2 nakal, dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing2.
nah,ktk peristiwa itu kami ceritakan ke penduduk desa setempat,mrk langsung mengelus2 kepala salah satu kami. ”itu penunggu hutan,harimau jadi2an”. Wuaaa. Langsung semua kami mendramatisir keadaan. 'pantes sepanjan jalan tuh gue cium bau wangi'. 'pantes gue merinding tak kira masuk angin'. 'pantes gue mrasa kita bkn masuk hutan,tp suasananya kayak di pekampungan gitu'. Dan pantes2 yg laen yg maaf ga ckp pantes sy tulis di sini sih.
nah,sbnrnya apa sih yg kami lht?
nah,suatu malam sy yg hobi nyendiri lht bulan&bintang, kembali brniat duduk2 di teras. Belum malam banget,tp emang sepi krn di rumah cm saya sj. Dg secangkir capuccino,sy siap2 ambil posisi syahdu. Br 5menit celingak-celinguk,sy mendengar suara org menyapu lapangan basket sebelah. Biasanya itu kerjaan om jun, penjaga kebersihan komplek. Pikir saya,wah seneng juga nih ada teman ngobrol. Lupa wkt itu hampir jam 10 malam,saya tereak2.
”om jun! Om jun!”
acuh aje. Keresek2,bunyi sapu beradu dg semen lapangan basket.
”oi. Om jun!” kt sy keras2.
om jun menoleh dramatis. Slow motion.
tau apa yg sy lht?
om jun ga punya wajah!
wuaaaa...!
tapi entah kenapa demikian. Tiap akhir pekan saya tuh daki gunung. Maklum, mapala. Di hutan padahal lht batu dan pohon doang. Sekali-dua pnh ktemu harimau. Jd kalau ada studi hewan langka yg bilang bhw harimau sumatra tinggal 12 ekor doang,brarti kami boleh bangga. 2 ekornya tlh kami lht. Sehat-sehat aja tuh. Dan bohong banget harimau kapan ketemu pasti makan kita. Saya ga tau apa alasan harimau,tp dia ga ganggu kami. Krn di hutan kami ga buang sampah sembarangan, ga melakukan hal2 nakal, dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing2.
nah,ktk peristiwa itu kami ceritakan ke penduduk desa setempat,mrk langsung mengelus2 kepala salah satu kami. ”itu penunggu hutan,harimau jadi2an”. Wuaaa. Langsung semua kami mendramatisir keadaan. 'pantes sepanjan jalan tuh gue cium bau wangi'. 'pantes gue merinding tak kira masuk angin'. 'pantes gue mrasa kita bkn masuk hutan,tp suasananya kayak di pekampungan gitu'. Dan pantes2 yg laen yg maaf ga ckp pantes sy tulis di sini sih.
nah,sbnrnya apa sih yg kami lht?
nah,suatu malam sy yg hobi nyendiri lht bulan&bintang, kembali brniat duduk2 di teras. Belum malam banget,tp emang sepi krn di rumah cm saya sj. Dg secangkir capuccino,sy siap2 ambil posisi syahdu. Br 5menit celingak-celinguk,sy mendengar suara org menyapu lapangan basket sebelah. Biasanya itu kerjaan om jun, penjaga kebersihan komplek. Pikir saya,wah seneng juga nih ada teman ngobrol. Lupa wkt itu hampir jam 10 malam,saya tereak2.
”om jun! Om jun!”
acuh aje. Keresek2,bunyi sapu beradu dg semen lapangan basket.
”oi. Om jun!” kt sy keras2.
om jun menoleh dramatis. Slow motion.
tau apa yg sy lht?
om jun ga punya wajah!
wuaaaa...!
Menjelajah Jalan jalan
Siapa mau ikut?
tidak bayar
tidak bahaya
caranya?
genggam tanganku,
sebutkan 1 tempat!
apa yg kau lht?
jangan takut
taukah kamu,bhw tdk ada yg bs mengambil ruhmu.
knp?
jika hartamu bs dicuri,krn itu propertymu
jika pasanganmu bs direbut,krn dia bkn hakmu spenuhnya
tp ruh
ruh milik DIA
bkn milikmu
jd tak ada yg akan ambil itu drmu.
ayo,ikuti aku
menjelajah!
jalan-jalan!
taukah kau alam itu brlapis2. Hanya krn engkau disini lalu kau pikir kau hy bs disìni sj kan?
jk kau bs kubawa
aku akan bocorkan 1 rahasia
mau tau kan?
tidak bayar
tidak bahaya
caranya?
genggam tanganku,
sebutkan 1 tempat!
apa yg kau lht?
jangan takut
taukah kamu,bhw tdk ada yg bs mengambil ruhmu.
knp?
jika hartamu bs dicuri,krn itu propertymu
jika pasanganmu bs direbut,krn dia bkn hakmu spenuhnya
tp ruh
ruh milik DIA
bkn milikmu
jd tak ada yg akan ambil itu drmu.
ayo,ikuti aku
menjelajah!
jalan-jalan!
taukah kau alam itu brlapis2. Hanya krn engkau disini lalu kau pikir kau hy bs disìni sj kan?
jk kau bs kubawa
aku akan bocorkan 1 rahasia
mau tau kan?
Cerita di Pagi Lebaran
Pagi itu spt pagi hari raya manapun: sukacita & tawa, hidangan begitu banyak, ruangan keluarga penuh, semua hadir, ciuman bertaburan, sungkeman, kado-kado kejutan bergegas dibuka. Amplop2 angpao diterima dg senang hati. Semua mendadak 'kaya-raya'. Tdk ada yg berduka.
tamu-tamu mulai berdatangan. Tetangga,teman,kerabat. Telfon berdering silih berganti. Bahkan kucing kesayangan tersandar kekenyangan. Sptnya ini hari kemenangan. Hari yg indah.
tiba2 trdengar salam dr pintu. Semua brhenti tertawa. Seorang perempuan setengah baya,berbaju lusuh,tdk bersandal,amat lelah.
inilah percakapan di pagi itu.
”salam,mbak”
”salam ibu. Ayo masuk”
”trimakasih. Sy disini saja.saya hanya mau lht hari raya di rumah ini.dr luar kedengaran gembira sekali”
”tp masuklah. Kami punya sesuatu buat ibu. Ayo!”
malu2 ibu itu masuk.
lalu mengalirlah cerita ini.
”saya tdk punya suami&anak.keluarga jg tdk ada.sy besar di wonokromo.masih gadis2 kecil merantau k jkt sini. Sy jd perempuan malam di (dia sbt suatu nama).akhr 70an sy terkenal disana. Tiba2 sy trkena penyakit ini (dia menyingkap bagian dadanya sdkt). Tamu2 brkurang,saya pun tdk mampu byr uang sewa bilik. Saya lalu hdp di jalan.sy lupa sdh brp lama. Sy ingn brhari raya.tp saya ga tau agama saya apa. Papa sy keturunan (dia sebutkn suatu etnis).ibu dr (sbuah suku).ktk papa meninggal,kami amat miskin. Apa sy bs brhari raya jk tdk tahu agama sy apa?”.
kata2 itu melekat sangat dlm otak saya. APAKAH SAYA BISA BERHARI RAYA JIKA TIDAK TAHU AGAMA SAYA APA?
(in memoriam: mbak sisil)
tamu-tamu mulai berdatangan. Tetangga,teman,kerabat. Telfon berdering silih berganti. Bahkan kucing kesayangan tersandar kekenyangan. Sptnya ini hari kemenangan. Hari yg indah.
tiba2 trdengar salam dr pintu. Semua brhenti tertawa. Seorang perempuan setengah baya,berbaju lusuh,tdk bersandal,amat lelah.
inilah percakapan di pagi itu.
”salam,mbak”
”salam ibu. Ayo masuk”
”trimakasih. Sy disini saja.saya hanya mau lht hari raya di rumah ini.dr luar kedengaran gembira sekali”
”tp masuklah. Kami punya sesuatu buat ibu. Ayo!”
malu2 ibu itu masuk.
lalu mengalirlah cerita ini.
”saya tdk punya suami&anak.keluarga jg tdk ada.sy besar di wonokromo.masih gadis2 kecil merantau k jkt sini. Sy jd perempuan malam di (dia sbt suatu nama).akhr 70an sy terkenal disana. Tiba2 sy trkena penyakit ini (dia menyingkap bagian dadanya sdkt). Tamu2 brkurang,saya pun tdk mampu byr uang sewa bilik. Saya lalu hdp di jalan.sy lupa sdh brp lama. Sy ingn brhari raya.tp saya ga tau agama saya apa. Papa sy keturunan (dia sebutkn suatu etnis).ibu dr (sbuah suku).ktk papa meninggal,kami amat miskin. Apa sy bs brhari raya jk tdk tahu agama sy apa?”.
kata2 itu melekat sangat dlm otak saya. APAKAH SAYA BISA BERHARI RAYA JIKA TIDAK TAHU AGAMA SAYA APA?
(in memoriam: mbak sisil)
Pasca Gempa
Beginilah suasana setelah gempa. Amat mudah kita temui tenda2 berwarna orange,hijau dan biru sepanjang jalan dr padang ke pariaman. Bangunan2 roboh. Wajah2 tak lagi cerah. Anak2 belum mandi, berlarian dekat2 tenda mereka dg baju kemarin. Berantakan.
helikopter,pesawat,berisik di langit hilir-mudik. Truk2, ambulance,alat-alat berat, lalu lalang. Seperti sedang perang saja.
”bantuan sudah ibu peroleh?”,tanya kami kepada nasabah perusahaan kami. Dr 4 org yg melapor tentang barangnya kepada kami,tak satupun telah terima bantuan. Perusahaan hanya mampu memberi sekantong kecil berisi beras,biskuit,air mineral&mie instant. Asset kami juga rusak parah. Dan brbulan2 ke depan kredit macet pastinya membayangi.
tidak ada yg tersisa di padang. kota kami yg memang lamban pertumbuhan ekonominya semakin terpuruk.
tapi kmrn dan td malam sy byk terima email dan sms yg mengatakan bencana ini sebab ini-itu.
apapun, sebagai salah seorang yg berhasil melewati maut dr peristiwa itu, yg tersisa di fikiran saya hanya, bhw diizinkan mempunyai kesempatan kedua,akan saya lbh hargai tiap detiknya, wlu hanya suara burung dan hangat matahari.. Yg dulu saya sering lewatkan karena pagi&hari saya bergegas.
helikopter,pesawat,berisik
”bantuan sudah ibu peroleh?”,tanya kami kepada nasabah perusahaan kami. Dr 4 org yg melapor tentang barangnya kepada kami,tak satupun telah terima bantuan. Perusahaan hanya mampu memberi sekantong kecil berisi beras,biskuit,air mineral&mie instant. Asset kami juga rusak parah. Dan brbulan2 ke depan kredit macet pastinya membayangi.
tidak ada yg tersisa di padang. kota kami yg memang lamban pertumbuhan ekonominya semakin terpuruk.
tapi kmrn dan td malam sy byk terima email dan sms yg mengatakan bencana ini sebab ini-itu.
apapun, sebagai salah seorang yg berhasil melewati maut dr peristiwa itu, yg tersisa di fikiran saya hanya, bhw diizinkan mempunyai kesempatan kedua,akan saya lbh hargai tiap detiknya, wlu hanya suara burung dan hangat matahari.. Yg dulu saya sering lewatkan karena pagi&hari saya bergegas.
Pengen Ulang Tahun
Aduuh !
Lamanya bulan April.. Aku pengen ulang tahun. Tahun lalu aku rayakan dengan keluarga makan pangsit bersama.
Aku ga sabar 7 bulan lagi. Karena tahun depan aku kembali di siklus 12 tahunan, yg menurut pandangan leluhurku matahari-bulan-dan bintang kelahiranku dalam 1 garis lurus. Artinya, aku di keseimbangan yg baik.
Tapi aku tidak tahu, april tahun depan itu apa bisa kurayakan lagi
Lamanya bulan April.. Aku pengen ulang tahun. Tahun lalu aku rayakan dengan keluarga makan pangsit bersama.
Aku ga sabar 7 bulan lagi. Karena tahun depan aku kembali di siklus 12 tahunan, yg menurut pandangan leluhurku matahari-bulan-dan bintang kelahiranku dalam 1 garis lurus. Artinya, aku di keseimbangan yg baik.
Tapi aku tidak tahu, april tahun depan itu apa bisa kurayakan lagi
Lihat, tubuh saya indah Wajah saya menarik
Pulang td malam, teman saya dg kaki tangan dingin, wajah pucat, spt baru merasakan gempa bumi 7,9 SR, dia 'dilecehkan'.
Memang tdk ada apa-apa yg trjd,tp pengalaman itu membuat dia tdk bs tidur, merasa dia telah di posisi yg tdk nyaman mlm tadi.
Teman prianya memang mengantarkan dia pulang kembali ke rumah,tp tentu stlh dia memintanya berulang-ulang. Dan dg santai prianya berkata : kenapa takut?
Ya. Kenapa takut? Toh belum diapa-apain.
Saya bilang dg mangkel : 'katakan pdnya,aku ga takut kamu. Tp takut senjatamu!'.
Teman saya memang mau blng kalimat itu,tp dia memilih akhirnya diam. Krn kawatir, jk dia menyinggung pria ini, bukankah dia bisa lbh agresif lg?
Pelecehan seksual adl hal yg plng umum dan nyaris tiap hari trjd di lingkungan laki-laki dan perempuan bercampur baur.
kalau anda perempuan, anda mgkn stj saya, bhw tdk sekali kita di pandang dg tatapan bernafsu (padahal penampilan kita santun), tdk sekali belakang kita seolah tersentuh dg tak sengaja,dan yg plg parah,ktk kita di posisi 'sial', disukai pria yg punya power lbh,yg posisi jabatannya bikin kita pasrah tak berkutik, ktk kita melawan, dia siap bikin kehdpn finansial kita tamat !
Saya punya teman yg menampar bosnya di lift. Hari itu juga dia dipecat tanpa pesangon.
Ini menyedihkan.
Perempuan,adl makhluk kelas dua pada kenyataannya. Kebanyakan hanya 2 hal yg membuat dia eksist, tubuh dan wajahnya.
Pelecehan seksual juga bukan kasus yg bisa dg mudah dilaporkan. Apalagi perkosaan. Perempuan menanggung beban moril dan materi yg berat. Sepanjang hidupnya. Dan terapinya, mahal.
Memang tdk ada apa-apa yg trjd,tp pengalaman itu membuat dia tdk bs tidur, merasa dia telah di posisi yg tdk nyaman mlm tadi.
Teman prianya memang mengantarkan dia pulang kembali ke rumah,tp tentu stlh dia memintanya berulang-ulang. Dan dg santai prianya berkata : kenapa takut?
Ya. Kenapa takut? Toh belum diapa-apain.
Saya bilang dg mangkel : 'katakan pdnya,aku ga takut kamu. Tp takut senjatamu!'.
Teman saya memang mau blng kalimat itu,tp dia memilih akhirnya diam. Krn kawatir, jk dia menyinggung pria ini, bukankah dia bisa lbh agresif lg?
Pelecehan seksual adl hal yg plng umum dan nyaris tiap hari trjd di lingkungan laki-laki dan perempuan bercampur baur.
kalau anda perempuan, anda mgkn stj saya, bhw tdk sekali kita di pandang dg tatapan bernafsu (padahal penampilan kita santun), tdk sekali belakang kita seolah tersentuh dg tak sengaja,dan yg plg parah,ktk kita di posisi 'sial', disukai pria yg punya power lbh,yg posisi jabatannya bikin kita pasrah tak berkutik, ktk kita melawan, dia siap bikin kehdpn finansial kita tamat !
Saya punya teman yg menampar bosnya di lift. Hari itu juga dia dipecat tanpa pesangon.
Ini menyedihkan.
Perempuan,adl makhluk kelas dua pada kenyataannya. Kebanyakan hanya 2 hal yg membuat dia eksist, tubuh dan wajahnya.
Pelecehan seksual juga bukan kasus yg bisa dg mudah dilaporkan. Apalagi perkosaan. Perempuan menanggung beban moril dan materi yg berat. Sepanjang hidupnya. Dan terapinya, mahal.
Mhm.. Mhm.. Mhm..
Mata terpejam,
hati terjaga
katamu dalam
terbang ke angkasa
Mhm.. Mhm.. Mhm..
katamu aku
kau
hidup
jiwa
tubuh
bukan semata
Mhm.. Mhm.. Mhm..
hanya karena
terlalu tinggi
aku - kau terbang
hati terjaga
katamu dalam
terbang ke angkasa
Mhm.. Mhm.. Mhm..
katamu aku
kau
hidup
jiwa
tubuh
bukan semata
Mhm.. Mhm.. Mhm..
hanya karena
terlalu tinggi
aku - kau terbang
Kuingin jantungmu
Engkau tidak perlu melambaikan tanganmu,karena berulang kali kukatakan, silakan pergi,tapi cepatlah kembali
Aku tidak memohon krn engkau tidak memerlukan kata-kata panjangku,sama halnya aku lebih membiarkanmu sebagai himalaya.
Tempat kuingin tahu tapi aku tahu aku tak kan mampu menetap disana
Peluklah aku,katamu
Tidak,peluklah aku,kataku
Bukan karena aku merindu
Tapi bagian mana dariku tak mengingatmu shg itu jadi keinginan kau padaku
Lalu,
Aku bahkan tertawa dalam tangisku, menangis dlm tawaku, engkau bercampur dalam ketidakmengertianku dan ketidakmampuanmu mendapatkanku
Berjuanglah,keluhku
jangan biarkan orang lain merebut hatiku,keluhku
Karena kau yang kuingin memenangkan ini,keluhku
Dan aku terlalu letih lagi banyak tak paham
Aku telah berlutut sepanjang malam di lantai makhtabku sampai tetes lilin terakhir
Aku menginginkan jantungmu, untuk kehidupanku yang lemah berdetak
Aku tidak memohon krn engkau tidak memerlukan kata-kata panjangku,sama halnya aku lebih membiarkanmu sebagai himalaya.
Tempat kuingin tahu tapi aku tahu aku tak kan mampu menetap disana
Peluklah aku,katamu
Tidak,peluklah aku,kataku
Bukan karena aku merindu
Tapi bagian mana dariku tak mengingatmu shg itu jadi keinginan kau padaku
Lalu,
Aku bahkan tertawa dalam tangisku, menangis dlm tawaku, engkau bercampur dalam ketidakmengertianku dan ketidakmampuanmu mendapatkanku
Berjuanglah,keluhku
jangan biarkan orang lain merebut hatiku,keluhku
Karena kau yang kuingin memenangkan ini,keluhku
Dan aku terlalu letih lagi banyak tak paham
Aku telah berlutut sepanjang malam di lantai makhtabku sampai tetes lilin terakhir
Aku menginginkan jantungmu, untuk kehidupanku yang lemah berdetak
Kupotong Sayapku, Mawar
Pada suatu hari Merpati jatuh cinta kpd Mawar Putih. Merpatipun berusaha mengungkapkan perasaannya. Tapi Mawar Putih berkata, ”aku tdk akan pernah bisa mencintaimu”.
Merpati tidak menyerah.
Setiap hari dia datang untuk bertemu dg Mawar Putih.
Akhirnya Mawar Putih berkata,”aku akan mencintaimu,jika kau dapat mengubah aku menjadi mawar merah”.
Dan
Suatu hari Merpati kembali.
Dia memotong sayapnya dan menebarkan darahnya pada Mawar Putih hingga mawar berubah menjadi merah.
Akhirnya Mawar Putih sadar.
Seberapa besar Merpati mencintai dirinya. Tapi semua sudah terlambat.
Karena Merpati takkan pernah kembali lagi..
(hargailah siapapun yang mencintaimu sebelum ia pergi untuk meninggalkanmu.)
Merpati tidak menyerah.
Setiap hari dia datang untuk bertemu dg Mawar Putih.
Akhirnya Mawar Putih berkata,”aku akan mencintaimu,jika kau dapat mengubah aku menjadi mawar merah”.
Dan
Suatu hari Merpati kembali.
Dia memotong sayapnya dan menebarkan darahnya pada Mawar Putih hingga mawar berubah menjadi merah.
Akhirnya Mawar Putih sadar.
Seberapa besar Merpati mencintai dirinya. Tapi semua sudah terlambat.
Karena Merpati takkan pernah kembali lagi..
(hargailah siapapun yang mencintaimu sebelum ia pergi untuk meninggalkanmu.)
Seguci Airmata, Semangkuk Darah ( Cerita I )
Sang Pengkelana,pria berseruling sepanjang jalan yg dilaluinya. Dia berhenti di tiap rerindang pohon untuk memberi pengalaman2nya. Sambil diselingi lembut alunan seruling. Menyayat2 hati dan memilukan geligi,ragapun tak sanggup menahan.
Seketika pria ini amat masyhur, menggiring sepasang kaki mungil yg dipasung kebatan kain-kain, perempuan yg hanya mengenal bulan dari kisi-kisi.
Dia tak tahan nada lagu itu. Dia mengejar pria itu. Tapi langkah2 pendeknya yg bergegas membuat dia tersungkur berkali-kali.
Sang pengkelana tahu dia diikuti. Tp pesona rerindang pohon yg mengumpulkan banyak org untuk memujanya, mengalahkan hati seorang pria terhadap seorang wanita.
'kenapa kau kejar aku,aku tak tertarik pada kaki-kakimu',bathin sang pengkelana.
Waktu terus berjalan,tak mengasihani untuk menunggu si perempuan berkaki mungil.
Sepanjang jalan, airmatanya menetes. Dia tampung dalam sebuah guci yg dijunjungnya.
Sepanjang jalan, darah di kaki tangannya mengucur. Dia tampung di mangkuk yg ditentengnya.
Makin lama perjalanannya makin sulit dan susah saja. Guci makin berat. Mangkuk tak boleh tumpah. Dia terus mengejar sang pengkelana.
Di musim semi,ktk burung2 bercumbu di dahan pepohonan, sang pengkelana terlelap lama. Hampir selesai musim semi,dia blm juga terbangun.
ketika musim hampir berganti, cuaca tak lg hangat dan mesra,si pengkelana terjaga.
di depannya,
Perempuan berkaki mungil tersungkur dg seguci airmata dan semangkuk darah.
Perempuan berkaki mungil tersenyum. Tp wajahnya pucat dan tubuhnya telah membeku.
seorg pendeta menhampiri sang pengkelana, berkata pdnya dg wajah berduka.
”taukah engkau pemuda, kata2mu dan serulingmu tlh membuat dia menderita ? Dia kejar engkau pdhl kakinya begitu lemah. Tp dia mampu buktikan hatinya kuat dan yakin padamu,lwt seguci airmata dan semangkuk darahnya”.
wandha chandrawati,5 nov 09.
12 Cerita Kepada Sang Pengkelana
Seketika pria ini amat masyhur, menggiring sepasang kaki mungil yg dipasung kebatan kain-kain, perempuan yg hanya mengenal bulan dari kisi-kisi.
Dia tak tahan nada lagu itu. Dia mengejar pria itu. Tapi langkah2 pendeknya yg bergegas membuat dia tersungkur berkali-kali.
Sang pengkelana tahu dia diikuti. Tp pesona rerindang pohon yg mengumpulkan banyak org untuk memujanya, mengalahkan hati seorang pria terhadap seorang wanita.
'kenapa kau kejar aku,aku tak tertarik pada kaki-kakimu',bathin sang pengkelana.
Waktu terus berjalan,tak mengasihani untuk menunggu si perempuan berkaki mungil.
Sepanjang jalan, airmatanya menetes. Dia tampung dalam sebuah guci yg dijunjungnya.
Sepanjang jalan, darah di kaki tangannya mengucur. Dia tampung di mangkuk yg ditentengnya.
Makin lama perjalanannya makin sulit dan susah saja. Guci makin berat. Mangkuk tak boleh tumpah. Dia terus mengejar sang pengkelana.
Di musim semi,ktk burung2 bercumbu di dahan pepohonan, sang pengkelana terlelap lama. Hampir selesai musim semi,dia blm juga terbangun.
ketika musim hampir berganti, cuaca tak lg hangat dan mesra,si pengkelana terjaga.
di depannya,
Perempuan berkaki mungil tersungkur dg seguci airmata dan semangkuk darah.
Perempuan berkaki mungil tersenyum. Tp wajahnya pucat dan tubuhnya telah membeku.
seorg pendeta menhampiri sang pengkelana, berkata pdnya dg wajah berduka.
”taukah engkau pemuda, kata2mu dan serulingmu tlh membuat dia menderita ? Dia kejar engkau pdhl kakinya begitu lemah. Tp dia mampu buktikan hatinya kuat dan yakin padamu,lwt seguci airmata dan semangkuk darahnya”.
wandha chandrawati,5 nov 09.
12 Cerita Kepada Sang Pengkelana
Percakapan-Percakapan Indah di Kuil ( Cerita II )
"Pendeta adalah rumah bagi hati, ia berpengalaman di gua-gua, mengenal tiap setapak, menyadari kapan berhenti, kapan berlari. Pendeta adalah pedang bagi kemalasan mengemasi jejak-jejak, menajamkan mata memandang lanskap, membiarkan kapan terpejam, kapan berkedip, untuk mengelak debu-debu perih," kesimpulan Sang Ppengkelana.
Sang Pengkelana telah mendaratkan sementara waktunya di halaman kuil.
Dia meletakkan keberanian dan kemasyhuran sejenak di depan keheningan kuil yang menjadi tempat hidup dan tinggal Pendeta.
"Langkah-langkah bukan ditujukan pada maksudmu, jika nasib masih menjadi harapanmu. Tapi nasib juga bukan kehendakmu, selagi padanya kau cuma mengenal tujuan, karena kau takkan pernah mendapatkan kesimpulan. Bahkan ketika kau anggap perjalanan telah selesai," kata Pendeta.
'Guguran-guguran daun cemara jatuh di halaman. Tidak berubah selama musim menghendaki dan tanah menerima. Pohon dan tanah adalah pasangan kehidupan yang dibiarkan nasib bersatu. Langit menyuburkannya dengan hujan, angin menguatkannya dengan perubahan-perubahan.
Selama kau berjalan, kesendirian adalah pilihanmu. Sama halnya gunung tidak beranjak dari tempatnya tapi akan bergerak ketika kau bergerak. Tapi seorang pria adalah tanggungjawab bagi nasib dan perubahan. Engkau bisa menghabiskan waktumu seperti aku di kuil, untuk menumbuhkan jiwa mati yang seperti ikan paus tak mengenal laut lagi dan terdampar.
Apakah kau seperti itu ?", tanya Pendeta kepada Sang Pengkelana.
"Aku pemilik diriku dan kehendakku, aku berhenti padamu bukan seperti ikan paus yang mati. Aku berpijak diam bukan pula seperti gunung. Aku pemilik seluruh laut dan daratan, karenan benar katamu Pendeta, pria adalah tanggungjawab bagi nasib dan perubahan," jawab Sang Pengkelana.
Pendeta tersenyum
Dia menaburkan biji-bijian di tangannya ke lantai papan kuilnya yang tua dan lembab.
"Menurutmu apakah buji-bijianku akan bertunas di lantaiku in i ?", tanya Pendeta.
"Tidak, tentu saja. Kau harus menaburkannya di tanah, kita tahu itu"
"Jika kutabur di tanah, di tanah yang manakah itu ?"
"Ditanah yang kau garap, selalu seperti itu. Biji-bijian membutuhkan tanah yang baik dan penggarap yang mengerti."
Pendeta tersenyum kembali.
Dia menyanyikan puji-pujian ini :
"Wahai pemilik diriku dan kehendakku, padaku nasib dan perubahan menjadi tanggungjawab. Tidak akan berhenti kehidupan jika penggarap pulang kepada tanah garapan untuk menaburkan biji-bijian. Pohon dan tanah adalah pasangan kehidupan. Alam menghendaki kematian sebanyak dia mengharuskan kelahiran.
Wahai para penggarap,
ketika engkau membiarkan kehendakmu menjadi pasangan dirimu, bahkan bumi tidak sanggup menentangmu dan langit tak berdaya memaksamu. Hanyalah engkau yang memiliki kehendakmu, untuk berkehendak pula menjaga kehidupan yang menumbuhkan gbiji-bijian di tanah yang menjadi harapan-harapan. Pikulan yanggungjawabmu bukan terletak seberapa jalan telah kau tempuh, tapi apa yang telah kau tumbuhkan."
"Wahai pemuda.
karena itu bunga-bunga mekar bisa kau lihat keindahannya, embun bisa kau rasa kesejukannya, matahari bisa kau nikmati kehangatannya. Supaya engkau dapat mengenal bahwa tangan-tanganmu yang kasar, tubuhmu yang kuat-- milik tangan-tangan yang halus, dan tubuh yang lembut yang meminta kehidupan dan pengayoman darimu.."
Pendeta berdiri, katanya sambil memandang tiang kuilnya,
" Hentikan langkahmu bukan di kuil. Tapi bangunlah tempatmu sendiri dan biarkan perempuan merawatnya dan menumbuhkan kehidupan darimu."
Wandha Chandrawati, 8 November 09
12 cerita kepada Sang Pengkelana
Sang Pengkelana telah mendaratkan sementara waktunya di halaman kuil.
Dia meletakkan keberanian dan kemasyhuran sejenak di depan keheningan kuil yang menjadi tempat hidup dan tinggal Pendeta.
"Langkah-langkah bukan ditujukan pada maksudmu, jika nasib masih menjadi harapanmu. Tapi nasib juga bukan kehendakmu, selagi padanya kau cuma mengenal tujuan, karena kau takkan pernah mendapatkan kesimpulan. Bahkan ketika kau anggap perjalanan telah selesai," kata Pendeta.
'Guguran-guguran daun cemara jatuh di halaman. Tidak berubah selama musim menghendaki dan tanah menerima. Pohon dan tanah adalah pasangan kehidupan yang dibiarkan nasib bersatu. Langit menyuburkannya dengan hujan, angin menguatkannya dengan perubahan-perubahan.
Selama kau berjalan, kesendirian adalah pilihanmu. Sama halnya gunung tidak beranjak dari tempatnya tapi akan bergerak ketika kau bergerak. Tapi seorang pria adalah tanggungjawab bagi nasib dan perubahan. Engkau bisa menghabiskan waktumu seperti aku di kuil, untuk menumbuhkan jiwa mati yang seperti ikan paus tak mengenal laut lagi dan terdampar.
Apakah kau seperti itu ?", tanya Pendeta kepada Sang Pengkelana.
"Aku pemilik diriku dan kehendakku, aku berhenti padamu bukan seperti ikan paus yang mati. Aku berpijak diam bukan pula seperti gunung. Aku pemilik seluruh laut dan daratan, karenan benar katamu Pendeta, pria adalah tanggungjawab bagi nasib dan perubahan," jawab Sang Pengkelana.
Pendeta tersenyum
Dia menaburkan biji-bijian di tangannya ke lantai papan kuilnya yang tua dan lembab.
"Menurutmu apakah buji-bijianku akan bertunas di lantaiku in i ?", tanya Pendeta.
"Tidak, tentu saja. Kau harus menaburkannya di tanah, kita tahu itu"
"Jika kutabur di tanah, di tanah yang manakah itu ?"
"Ditanah yang kau garap, selalu seperti itu. Biji-bijian membutuhkan tanah yang baik dan penggarap yang mengerti."
Pendeta tersenyum kembali.
Dia menyanyikan puji-pujian ini :
"Wahai pemilik diriku dan kehendakku, padaku nasib dan perubahan menjadi tanggungjawab. Tidak akan berhenti kehidupan jika penggarap pulang kepada tanah garapan untuk menaburkan biji-bijian. Pohon dan tanah adalah pasangan kehidupan. Alam menghendaki kematian sebanyak dia mengharuskan kelahiran.
Wahai para penggarap,
ketika engkau membiarkan kehendakmu menjadi pasangan dirimu, bahkan bumi tidak sanggup menentangmu dan langit tak berdaya memaksamu. Hanyalah engkau yang memiliki kehendakmu, untuk berkehendak pula menjaga kehidupan yang menumbuhkan gbiji-bijian di tanah yang menjadi harapan-harapan. Pikulan yanggungjawabmu bukan terletak seberapa jalan telah kau tempuh, tapi apa yang telah kau tumbuhkan."
"Wahai pemuda.
karena itu bunga-bunga mekar bisa kau lihat keindahannya, embun bisa kau rasa kesejukannya, matahari bisa kau nikmati kehangatannya. Supaya engkau dapat mengenal bahwa tangan-tanganmu yang kasar, tubuhmu yang kuat-- milik tangan-tangan yang halus, dan tubuh yang lembut yang meminta kehidupan dan pengayoman darimu.."
Pendeta berdiri, katanya sambil memandang tiang kuilnya,
" Hentikan langkahmu bukan di kuil. Tapi bangunlah tempatmu sendiri dan biarkan perempuan merawatnya dan menumbuhkan kehidupan darimu."
Wandha Chandrawati, 8 November 09
12 cerita kepada Sang Pengkelana
Menurutmu Siapakah Aku Ini ? ( Cerita III )
Pada akhirnya nama baik dan reputasi itu dekat sekali dengan cara kita menghadapi orang dan cara kita menyelesaikan masalah, kata si perempuan.
Telah banyak yang dia korbankam, dan menurut pendapat banyak orang itu adalah kebodohan.
Apapun itu, menurutnya dia telah memilihnya.
Sesuai dengan kapasitasnya, tak penting seperti apa dia akan ternilai.
"Kebun anggur yang baik buatmu," kata seseorang padanya.
Tangan-tangannya yang gembira menikmati kekekalan yang telah diberikan nasib padanya.
Musim iini tidak akan terjadi malapetaka, kata sang pengkelana padanya. Setelah dia terlelap dalam kematian.
Dia dikuburkan dekat dengan keinginannya, di bawah kemegahan sebatang pohon tua.
Tidak ada peninggalan apa-apa padanya kecuali kata-kata ini :
"Menurutmu siapakah aku ini ?
Ketika aku mengejar bayangan seperti matahari mengejar bulan, dan seperti bulan menunggu matahari sedang padanya senja adalah waktu ketika terang dan gelap adalah sesuatu yang diizinkan ?
Ketika kau adalah kebenaran, orang yang tak mengerti menggugatmu, lalu kau bertahan dengan menuduhnya tidak mengerti padahal kemengertian dan ketidakmengertian seperi sebuah anak panah yang sedang melesat, belum tertancap di sasarannya ?
Ketika kau mengais tujuan, kau merasa petualang yang memenangkan keinginan, apakag bedamu dengan nyanyian kekeringan dari hidup yang menebak-nebak isi guci ini ?
Ketika aku mati pun, lalu aku hanya sepenggal kehidupan yang kalian anggap selesai, sehingga airmata dan darahku hanya cerita yang meneteskan pilumu, kemanakah kau sandarkan kesadaranmu akan hati, akan cinta, akan diri, akan kehidupan ? "
Aku pemeluk tubuh yang tak pernah dipeluk.
wandha chandrawati, 17 nov 09
12 Cerita kepada Sang Pengkelana
Telah banyak yang dia korbankam, dan menurut pendapat banyak orang itu adalah kebodohan.
Apapun itu, menurutnya dia telah memilihnya.
Sesuai dengan kapasitasnya, tak penting seperti apa dia akan ternilai.
"Kebun anggur yang baik buatmu," kata seseorang padanya.
Tangan-tangannya yang gembira menikmati kekekalan yang telah diberikan nasib padanya.
Musim iini tidak akan terjadi malapetaka, kata sang pengkelana padanya. Setelah dia terlelap dalam kematian.
Dia dikuburkan dekat dengan keinginannya, di bawah kemegahan sebatang pohon tua.
Tidak ada peninggalan apa-apa padanya kecuali kata-kata ini :
"Menurutmu siapakah aku ini ?
Ketika aku mengejar bayangan seperti matahari mengejar bulan, dan seperti bulan menunggu matahari sedang padanya senja adalah waktu ketika terang dan gelap adalah sesuatu yang diizinkan ?
Ketika kau adalah kebenaran, orang yang tak mengerti menggugatmu, lalu kau bertahan dengan menuduhnya tidak mengerti padahal kemengertian dan ketidakmengertian seperi sebuah anak panah yang sedang melesat, belum tertancap di sasarannya ?
Ketika kau mengais tujuan, kau merasa petualang yang memenangkan keinginan, apakag bedamu dengan nyanyian kekeringan dari hidup yang menebak-nebak isi guci ini ?
Ketika aku mati pun, lalu aku hanya sepenggal kehidupan yang kalian anggap selesai, sehingga airmata dan darahku hanya cerita yang meneteskan pilumu, kemanakah kau sandarkan kesadaranmu akan hati, akan cinta, akan diri, akan kehidupan ? "
Aku pemeluk tubuh yang tak pernah dipeluk.
wandha chandrawati, 17 nov 09
12 Cerita kepada Sang Pengkelana
Lagi ngumpul-ngumpul
Lagi ngumpul-ngumpul dengan teman-teman kecilku sambil nyamil kacang.
kami kayak sekelompok monyet di jalan lintas bukittinggi-jakarta. Sambil rebutan kacang saya mencari tema diskusi yang bs membuat teman2 ini sdkt tdk cepat dlm merebutkan kacang2,agar saya lbh bnyk kebagian.
Terjadilah percakapan di bawah ini :
saya (tante EA) : Ngapain kita punya Tuhan?
kening mrk berkerut (hore!).
aldo : krn Tuhan ciptain kita!
cika : supaya masuk surga!
aldo : pertanyaannya knp kita punya Tuhan.. (pdhl td redaksinya: ngapain kita punya Tuhan).
anisa : kalu ga ada Tuhan kita ga ada
lian : Tuhan ada ya ada aja
aldo : siapa yg bikin Tuhan,tante?
EA : tidak tau
lian,anisa,aldo : trus kok ada Tuhannya?
EA : namanya juga Tuhan
cika : kalu kt baik,kita masuk surga
EA : Kalu nakal
aldo : pukul pantatnya sm Tuhan. Ha.ha.ha.
cika : gimana Tuhan pukul pantat lu?
EA : Tuhan ga pukul pantat
aldo : trus?
anisa : Tuhan bikin momi marah sama kamu karena ga nurut sama bu guru!
EA : knp bisa gitu?
cika : karena Tuhan maha tau.
alfren (yg dr td cm mendengar) : bohong! Ngapain punya Tuhan kalu galak. Tuhan ada bukan u/marah kerjanya!
mhm. Naisbitt benar. Org muda itu bukan makhlu religi,tp makhluk sprituil.
3 jam bersama teman-temam,EA
kami kayak sekelompok monyet di jalan lintas bukittinggi-jakarta. Sambil rebutan kacang saya mencari tema diskusi yang bs membuat teman2 ini sdkt tdk cepat dlm merebutkan kacang2,agar saya lbh bnyk kebagian.
Terjadilah percakapan di bawah ini :
saya (tante EA) : Ngapain kita punya Tuhan?
kening mrk berkerut (hore!).
aldo : krn Tuhan ciptain kita!
cika : supaya masuk surga!
aldo : pertanyaannya knp kita punya Tuhan.. (pdhl td redaksinya: ngapain kita punya Tuhan).
anisa : kalu ga ada Tuhan kita ga ada
lian : Tuhan ada ya ada aja
aldo : siapa yg bikin Tuhan,tante?
EA : tidak tau
lian,anisa,aldo : trus kok ada Tuhannya?
EA : namanya juga Tuhan
cika : kalu kt baik,kita masuk surga
EA : Kalu nakal
aldo : pukul pantatnya sm Tuhan. Ha.ha.ha.
cika : gimana Tuhan pukul pantat lu?
EA : Tuhan ga pukul pantat
aldo : trus?
anisa : Tuhan bikin momi marah sama kamu karena ga nurut sama bu guru!
EA : knp bisa gitu?
cika : karena Tuhan maha tau.
alfren (yg dr td cm mendengar) : bohong! Ngapain punya Tuhan kalu galak. Tuhan ada bukan u/marah kerjanya!
mhm. Naisbitt benar. Org muda itu bukan makhlu religi,tp makhluk sprituil.
3 jam bersama teman-temam,EA
Jurnal Harianku
Kita kerap menyederhanakan hal-hal essensial, hanya karena ”menginginkan” suatu keputusan, bukan ”membuat” keputusan. [13.01.03]
Jika hak-hak perempuan tidak terjawabkan, eksistensinya dilecehkan, kita tentu akan mengingatkan semua pihak bahwa perempuan juga harus ditempatkan layak dalam tatanan sosial kita, tidak hanya dalam posisinya dengan pria, tetapi juga thd sesama perempuan. Tiap kita -laki2&perempuan- pada akhirnya harus menyadari hak-hak tiap orang dan tidak boleh menyebrangi kepentingan orang lain,hanya karena kita menginginkan juga hal yang diinginkannya,atau saat kita menginginkan apa yang jadi hak orang lain. [16.4.03]
Kadang kita terlalu sering menyalahkan orang lain demi membenarkan diri sendiri, kadang kita berprasangka dg ukuran kita sendiri tentang seseorang, tentang yang dia lakukan, tentang pemikirannya. Padahal kita tidak cukup tahu apa sebenarnya orang itu dibalik ukuran yang terlanjur kita yakini. [22.06.99]
Aku tidak akan meyakinkan seseorang tentang saya. Jadi aku tidak melihat fungsinya berbohong. Jika sesuatu membahayakanku, saya lebih pilih menseleksi informasi. [11.10.06]
Penyangkalan atau pembenaran adalag rasionalisasi atas data yang kita sukai atau tidak, berdasarkan pandangan terbanyak kita. [05.11.06]
Standar kita terhadap seseorang atau sesuatu adalah anggapan lokal dan tidak permanen. [11.04.07]
Kita bisa menilai seseorang dari keputusan yang diambilnya. Kita bisa melihat seseorang seperti apa dari tindakan yang dilakukannya. [18.04.07]
Semoga jurnal harian saya ini bermanfaat buat kita.
Salam sayang !
Jika hak-hak perempuan tidak terjawabkan, eksistensinya dilecehkan, kita tentu akan mengingatkan semua pihak bahwa perempuan juga harus ditempatkan layak dalam tatanan sosial kita, tidak hanya dalam posisinya dengan pria, tetapi juga thd sesama perempuan. Tiap kita -laki2&perempuan- pada akhirnya harus menyadari hak-hak tiap orang dan tidak boleh menyebrangi kepentingan orang lain,hanya karena kita menginginkan juga hal yang diinginkannya,atau saat kita menginginkan apa yang jadi hak orang lain. [16.4.03]
Kadang kita terlalu sering menyalahkan orang lain demi membenarkan diri sendiri, kadang kita berprasangka dg ukuran kita sendiri tentang seseorang, tentang yang dia lakukan, tentang pemikirannya. Padahal kita tidak cukup tahu apa sebenarnya orang itu dibalik ukuran yang terlanjur kita yakini. [22.06.99]
Aku tidak akan meyakinkan seseorang tentang saya. Jadi aku tidak melihat fungsinya berbohong. Jika sesuatu membahayakanku, saya lebih pilih menseleksi informasi. [11.10.06]
Penyangkalan atau pembenaran adalag rasionalisasi atas data yang kita sukai atau tidak, berdasarkan pandangan terbanyak kita. [05.11.06]
Standar kita terhadap seseorang atau sesuatu adalah anggapan lokal dan tidak permanen. [11.04.07]
Kita bisa menilai seseorang dari keputusan yang diambilnya. Kita bisa melihat seseorang seperti apa dari tindakan yang dilakukannya. [18.04.07]
Semoga jurnal harian saya ini bermanfaat buat kita.
Salam sayang !
Beberapa Rahasia Perempuan
Mengenali perempuan yang bertahun-tahun bersama-sama tidaklah mudah, tapi juga bukan artinya tidak mungkin dipahami.
Berikut adalah beberapa rahasia perempuan yang saya bagi dengan gratis saja, untuk para pria lebih mudah memahami.
Tulisan ini bukan saduran, murni dr pengamatan saya. Jadi segala hal yang tidak tepat,berarti pengamatan saya belum lengkap. Hehe.
1. Perempuan tidak sepemalu itu.
Buat dia nyaman dan anda bukan meledek ceritanya di belakangnya atau di belakang hari. Cara membuatnya nyaman, anda harus menjadi orang yang bisa ia percaya.
2. Perempuan tahu dibohongi.
Feeling dia bagus,perempuan entah kenapa bisa mengetahui sebuah kebohongan sebelum pria mengarang cerita menutup kebohongan itu. Menutup kebohongan untuk tidak melukainya adalah tindakan bijak yang sementara. Umumnya perempuan secara naluri bisa membongkar kebohongan. Mereka memang berbakat menjadi detektif.
3. Perempuan suka bau keringat pria !
Tapi bukan bau ketek dan perempuan amat benci pria jorok.
4. Perempuan menyukai kilauan tatapan mata pria yang bermakna kasih, daripada segudang kata-kata cinta dengan ekspresi nafsu.
5. Perempuan mencintai keindahan dirinya.
Kalau pria mengeluh lamanya menunggu perempuan berdandan, lama-lama perempuan menjadi tersinggung. Biarkan dia dandan sesuka hatinya dan selama dia mau, toh kalau dia keluar bersama anda dalam keadaan cantik, anda pastinya senyum-senyum kan ?
wandha chandrawati
feb 2010
Berikut adalah beberapa rahasia perempuan yang saya bagi dengan gratis saja, untuk para pria lebih mudah memahami.
Tulisan ini bukan saduran, murni dr pengamatan saya. Jadi segala hal yang tidak tepat,berarti pengamatan saya belum lengkap. Hehe.
1. Perempuan tidak sepemalu itu.
Buat dia nyaman dan anda bukan meledek ceritanya di belakangnya atau di belakang hari. Cara membuatnya nyaman, anda harus menjadi orang yang bisa ia percaya.
2. Perempuan tahu dibohongi.
Feeling dia bagus,perempuan entah kenapa bisa mengetahui sebuah kebohongan sebelum pria mengarang cerita menutup kebohongan itu. Menutup kebohongan untuk tidak melukainya adalah tindakan bijak yang sementara. Umumnya perempuan secara naluri bisa membongkar kebohongan. Mereka memang berbakat menjadi detektif.
3. Perempuan suka bau keringat pria !
Tapi bukan bau ketek dan perempuan amat benci pria jorok.
4. Perempuan menyukai kilauan tatapan mata pria yang bermakna kasih, daripada segudang kata-kata cinta dengan ekspresi nafsu.
5. Perempuan mencintai keindahan dirinya.
Kalau pria mengeluh lamanya menunggu perempuan berdandan, lama-lama perempuan menjadi tersinggung. Biarkan dia dandan sesuka hatinya dan selama dia mau, toh kalau dia keluar bersama anda dalam keadaan cantik, anda pastinya senyum-senyum kan ?
wandha chandrawati
feb 2010
TREND BERFIKIR
Kekuatan seseorang terletak pada kekuatan pemikirannya. Dengan mudah hal ini dapat diketahui lewat tindakan dan hasil-hasil dari perkataannya.
Kemampuan ini didapat lewat kedewasaan nalar dan kecerdasan otak. Orang seperti ini mampu menggerakkan orang lain,bahkan dalam jumlah banyak.
Mampu mempengaruhi dan menciptakan pola tertentu dalam berfikir yang kita istilahkan dg 'Trend Berfikir'.
Keberhasilan kolektif, bermula dari menciptakan trend berfikir yang sama.
Dalam sebuah unit dalam skala luas atau lokal, hal ini tetap penting dijadikan patokan. Untuk ini kepemimpinan dipercayakan pada orang yg mampu membuat trend berfikir, sekaligus mampu menggerakan orang untuk menggunakan pemikiran demikian.
Yang diperlukan Indonesia hari ini dan seterusnya hanya ini.
Wandha Chandrawati
Manajemen Berfikir Jelas, 2010.
Kemampuan ini didapat lewat kedewasaan nalar dan kecerdasan otak. Orang seperti ini mampu menggerakkan orang lain,bahkan dalam jumlah banyak.
Mampu mempengaruhi dan menciptakan pola tertentu dalam berfikir yang kita istilahkan dg 'Trend Berfikir'.
Keberhasilan kolektif, bermula dari menciptakan trend berfikir yang sama.
Dalam sebuah unit dalam skala luas atau lokal, hal ini tetap penting dijadikan patokan. Untuk ini kepemimpinan dipercayakan pada orang yg mampu membuat trend berfikir, sekaligus mampu menggerakan orang untuk menggunakan pemikiran demikian.
Yang diperlukan Indonesia hari ini dan seterusnya hanya ini.
Wandha Chandrawati
Manajemen Berfikir Jelas, 2010.
TIPS BERSEPATU HIGH HEELS UNTUK PEREMPUAN DI DAERAH RAWAN GEMPA
Maaf kalau judulnya panjang gitu. Tips berikut telah dipraktekkan. Semoga bermanfaat,ya ladies.
1. Jangan pilih high heels (hh) dengan tumit lancip dan bagian bawah licin. HH ini memang seksi dan cantik, tapi akan membuat anda meluncur ketika berlari di lantai keramik. Tumit yang lancip bisa membuat anda terperosok di celah-celah ubin, atau bagian-bagian tertentu dari lantai, jalanan, trotoar yang berlubang. Fakta di lapangan, bahwa sehabis gempa tiba-tiba ditemukan banyak sekali permukaan tidak datar dan berlubang-lubang.
2. Latih trik ini : ketika gempa terjadi dan anda harus turun tangga dengan HH, kaki anda miringkan sedikit. Ini memudahkan anda mengerem, atau ketika didorong, anda bisa menahan berat tubuh untuk tidak jatuh. Jatuh dengan HH itu...sakit Jendral !
3. Gunakan HH bertumit kokoh, rata dan tebal. Hindari ujung sepatu yang runcing krn dapat menyelip di sela-sela eskalator atau pojok-pojok lantai yang bercelah. Sepatu dg alas yg cukup tebal dan kokoh membuat anda leluasa berlari.
4. Jangan gunakan sepatu bertali yang membuka dan memasangnya memakan waktu lama. Saat anda terpaksa membuka sepatu, akan menghabiskan waktu 4 menit. Jika gugup bisa-bisa 2 jam. Ini membuat sepatu dan anda terperangkap di dalam bangunan. Ingat ! Gempa diatas 7 SR dlm waktu 20 detik sanggup merobohkan plafon-plafon.
5. Belajarlah dari pengalaman, ketika gempa terjadi tidak ada Polwan yang terperangkap di dalam bangunan. Anda bisa lihat sepatu mereka, beli saja yang seperti itu (walau ga gaya).
6. Jika anda terlanjur hari itu memakai HH bertumit lancip,berujung runcing dengan tapak yang licin, agar anda tidak kesulitan menyelamatkan diri, patahkan saja haknya. Cara mematahkannya, angkat 1 kaki dan gunakan genggaman yang kuat, jangan ingat harga sepatu HH anda, karena ini akan membuyarkan konsentrasi dan tekad anda mematahkan HH. Percayalah, keselamatan anda sangat penting. Jangan pernah ragu !
7. Sekarang, nikmatilah HH anda,hidup anda, kecerdasan anda&kefemininan anda walau tinggal di daerah rawan gempa. Jgn menyerah!
1. Jangan pilih high heels (hh) dengan tumit lancip dan bagian bawah licin. HH ini memang seksi dan cantik, tapi akan membuat anda meluncur ketika berlari di lantai keramik. Tumit yang lancip bisa membuat anda terperosok di celah-celah ubin, atau bagian-bagian tertentu dari lantai, jalanan, trotoar yang berlubang. Fakta di lapangan, bahwa sehabis gempa tiba-tiba ditemukan banyak sekali permukaan tidak datar dan berlubang-lubang.
2. Latih trik ini : ketika gempa terjadi dan anda harus turun tangga dengan HH, kaki anda miringkan sedikit. Ini memudahkan anda mengerem, atau ketika didorong, anda bisa menahan berat tubuh untuk tidak jatuh. Jatuh dengan HH itu...sakit Jendral !
3. Gunakan HH bertumit kokoh, rata dan tebal. Hindari ujung sepatu yang runcing krn dapat menyelip di sela-sela eskalator atau pojok-pojok lantai yang bercelah. Sepatu dg alas yg cukup tebal dan kokoh membuat anda leluasa berlari.
4. Jangan gunakan sepatu bertali yang membuka dan memasangnya memakan waktu lama. Saat anda terpaksa membuka sepatu, akan menghabiskan waktu 4 menit. Jika gugup bisa-bisa 2 jam. Ini membuat sepatu dan anda terperangkap di dalam bangunan. Ingat ! Gempa diatas 7 SR dlm waktu 20 detik sanggup merobohkan plafon-plafon.
5. Belajarlah dari pengalaman, ketika gempa terjadi tidak ada Polwan yang terperangkap di dalam bangunan. Anda bisa lihat sepatu mereka, beli saja yang seperti itu (walau ga gaya).
6. Jika anda terlanjur hari itu memakai HH bertumit lancip,berujung runcing dengan tapak yang licin, agar anda tidak kesulitan menyelamatkan diri, patahkan saja haknya. Cara mematahkannya, angkat 1 kaki dan gunakan genggaman yang kuat, jangan ingat harga sepatu HH anda, karena ini akan membuyarkan konsentrasi dan tekad anda mematahkan HH. Percayalah, keselamatan anda sangat penting. Jangan pernah ragu !
7. Sekarang, nikmatilah HH anda,hidup anda, kecerdasan anda&kefemininan anda walau tinggal di daerah rawan gempa. Jgn menyerah!
Langganan:
Postingan (Atom)